WAYANG :
SEKENARIO TUHAN
Aku
hanyalah sebatas raga tanpa jiwa. Aku buta, aku bisu, aku tuli, aku cacat
secara manusiawi. Aku hanya akan hidup, bila sang penciptaku memulai kisah yang
ia tulis dalam setiap lembar buku biru itu. Sejatinya aku kekal untuk mati, bahkan
aku telah merasakan mati ketika pertamakali aku diciptakan. Aku tak akan pernah
berbicara, aku tak akan bersuara, karena yang berjiwa hanyalah ia yang menopang
tubuhku. Kaki dan tanganku diikat rotan-rotan kering, menipu pasang-pasang mata
dalam koreo kaku yang aku perankan. Aku ada untuk menyadarkan yang bernyawa,
mengabarkan segala cerita dan pengajaran tentang hidup yang layaknya panggung
sandiwara. Anak-anak kecil tertawa riang hingga lupa apa yang mereka
tertawakan. Orang awam memandang dengan mata aneh mereka, terheran-heran lalu
bertanya, apa gunanya aku ada. Si bijak memiliki sorot yang lebih dalam,
mencuri pesan-pesan yang sengaja aku sembunyikan. Hanya bijak yang percaya,
bila penggerak panggung dunia benar adanya. Banyak orang yang mencari dan
menerka-nerka, dari mana jiwa yang ia titipkan datang, tetapi pada ahirnya
mereka hanya menemukan suara serta bayang-bayang hitam dari balik cahaya.
Begitu adilnya Tuhan, secacat apapun aku diciptakan, aku tak pernah benar-benar
sendirian. Tercipta untuk saling menyempurnakan.
Semua
mata memandang dari sudut yang berbeda, mencari arti dan makna yang sama. Segalanya
hanyut terbawa arus cerita, dari bibir mungil dalang dibalik cahaya. Kisah hidup
diceritakan dengan lebih sederhana, mengenai apa saja yang ada di dalam dunia. Dari
sana aku belajar bahwa hidup layaknya panggung sandiwara. Kau boleh memilih
menjadi apa saja jika ingin menjadi bagian dalam hidupku. Kau boleh memilih menjadi jahat, kau
juga boleh memilih menjadi baik. Aku tak akan pernah marah, itu juga pilihanmu dalam menjalankan hidup. Aku percaya segala yang aku alami adalah hal yang paling indah bagiku. Dan seperti itulah hidup yang
telah tuhan tuliskan dalam skenario hitam dan putihku.
Luar biasa
BalasHapusPemilihan kata2nya menarik.
Wawwww bahasnyaaa keras....
BalasHapusPerlu membaca perlahan untuk mendapatkan makna...
Dalang bolehkah aku meminta sedikit perbaikan dalam kisah cinta yang aku jalani? 😅😅
BalasHapusBagus ni beds 👏👏👏
Ada makna tersirat ketika membaca setiap kalimatnya. Sangat puitis sehingga memberikan kesan yang menarik untuk pembaca. Good Job!!
BalasHapusEnggak bosan baca artikel ini. Anak sastra ya?
BalasHapusEnggak bosan baca artikel ini. Anak sastra ya?
BalasHapusSaya lebih terphkau dengan sudutpandangnya
BalasHapusWaow luarbiasa dengan bahasa yang mudah dimengerti dan ketika membaca di setiap kalimat membuat pembaca terasa terbawa oleh cerita dalang kecil yang menikmati sekenario hitam putih ini
BalasHapusWaow luarbiasa dengan bahasa yang mudah dimengerti dan ketika membaca di setiap kalimat membuat pembaca terasa terbawa oleh cerita dalang kecil yang menikmati sekenario hitam putih ini
BalasHapusEpic!
BalasHapusNeat!!!
BalasHapusDuhhh dari judulnya saja sudah menarik. Semoga semenarik penulisnya😍
BalasHapusDitunggu yaaa postingan selanjutnya
wow kerenn
BalasHapusjadi salut sma suku sasak
amazing !!
BalasHapus